Sabtu, 20 Desember 2014

Menguasai Dua Bahasa Bisa Memperlambat Penuaan Otak

Menguasai Dua Bahasa Bisa Memperlambat Penuaan Otak - Saat ini, bisa menguasai dua bahasa atau lebih menjadi suatu kewajiban. Terlebih bila bahasa yang dikuasai adalah bahasa internasional, seperti bahasa Inggris. Tidak jarang tiap-tiap perusahaan menyertakan harus kuasai bahasa Inggris dalam merekrut pegawai-pegawainya.

Selain mempermudah untuk mencari pekerjaan, bisa menguasai banyak bahasa bisa menjadi kebanggan tersendiri. Apakah cuma itu saja manfaatnya? Pasti tidak, riset baru menunjukkan orang yang menguasai dua bahasa atau lebih dapat memperlambat penuaan otak.

Menguasai Dua Bahasa Bisa Memperlambat Penuaan Otak

Suatu studi baru menemukan, bicara dalam dua bahasa atau lebih dapat memperlambat penurunan kognitif yang disebabkan oleh penuaan. Bilingualisme mempunyai dampak positif pada kognisi (sistem mental seperti berpikir, mengingat, memahami, merencanakan serta memilih) di kemudian hari, bahkan juga untuk mereka yang menguasai bahasa kedua setelah dewasa.

Untuk menunjukkan hal semacam ini, beberapa peneliti menghimpun data dari Lothian Birth Cohort 1936, yang terbagi dalam 835 penutur asli bahasa Inggris yang lahir serta tinggal di lokasi Edinburgh, Skotlandia.

Beberapa peserta diberikan tes IQ pada tahun 1947 pada umur 11 tahun serta mereka diuji lagi saat umur mereka sekitar 70-an, pada tahun 2008 dan 2010. Peserta dilaporkan sebagian besar dapat menguasai satu bahasa lain selain bahasa Inggris, 195 belajar bahasa ke-2 sebelum umur 18 serta 65 mempelajari setelahnya.

Hasil penemuan menunjukkan, beberapa orang yang menguasai dua bahasa atau lebih mempunyai kekuatan kognitif yang signifikan dibanding dengan mereka yang cuma menguasai satu bahasa saja.

Dampak kuat yang dirasakan terlihat pada kecerdasan umum serta pada saat membaca. Dr Thomas Bak dari Pusat Cognitive Aging and Cognitive Epidemiology di University of Edinburgh menyampaikan, " Temuan ini sangatlah relevan. Jutaan orang didunia menguasai bahasa kedua mereka di kemudian hari atau saat mereka dewasa. Studi kami menunjukkan bilingualisme yang didapat di saat dewasa bisa memperlambat penuaan otak ".

Temuan ini diterbitkan dalam Annals of Neurology, suatu jurnal dari American Neurological Association serta Child Neurology Society.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar